Orang Tua yang Baik, Menghindari Konflik di Hadapan Anak | Suara Harapan

Catatan P2K2 | 28/9/2019 |Orang tua di dalam kehidupan berumah tangga tentu sulit dipungkiri untuk tidak lepas dari berbagai permasalahan keluarga. Salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah perbedaan pandangan atau pendapat terhadap sesuatu hal yang harus diselesaikan.

Bersama hal itu, orang tua semestinya dapat menghindari moment perbedaan pandangan itu dari jangkauan pendengaran maupun penglihatan anak. Apalagi perbedaan pandangan itu harus dibumbui dengan keegoisan maupun amarah yang meledak-ledak sehingga melahirkan konflik.

[Keterangan foto: Pendamping Sosial Kab. Buleleng~Ni Putu Dian Lestari sedang menyampaikan materi P2K2 tentang pola pengasuhan anak dalam keluarga]

Ada banyak dampak negatif yang dapat diterima oleh seorang anak tatkala melihat konflik di antara orang tuanya. Di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Seorang anak akan membawa kesan-kesan negatif dari konflik orang tuanya di rumah–sehingga proses belajar anak akan dapat terganggu.

2. Akibat spesifik dari terganggunya proses belajar, maka terganggu pula konsentrasi anak saat belajar–bahkan konsentrasi anak pun akan terganggu dalam segala hal.

3. Dapat menurunkan kadar kepercayaan diri anak dalam hubungan sosialnya, khususnya dalam pergaulan dengan teman-temannya–karena orang tuanya yang menjadi satu-satunya sumber pemberi energi kepercayaan dirinya sedang tidak kompak.

4. Anak akan merasakan kejenuhan atau kebosanan di dalam rumah akibat ketidaknyamanan melihat perselisihan orang tuanya. Apalagi seorang anak sedang memasuki usia remaja dan relatif labil dalam mengontrol emosi, hal ini pun dapat mengakibatkan seorang anak tidak betah untuk tinggal di rumah dan mencari kenyamanan di luar rumah, sehingga dampak yang paling ekstrim adalah anak menjadi salah pergaulan.

5. Menyaksikan perselisihan orang tua di depan matanya sendiri juga dapat mendorong seorang anak bersikap agresif bahkan tempramental dalam pergaulannya. Apalagi perselisihan orang tua yang ia saksikan dibumbui dengan tindak kekerasan yang bersifat fisik maupun non fisik.

Itulah sebabnya, orang tua yang baik memahami pentingnya menghindari konflik di hadapan anak. Ibarat tukang kebun, seorang anak adalah tanaman yang mesti dirawat dengan penuh kasih sayang, janganlah mencoba menyiramkan racun konflik padanya–jika tidak ingin secara perlahan karakter baik mereka punah [HD].

KEMENTERIAN SOSIAL RI | PROGRAM KELUARGA HARAPAN | MERAIH KELUARGA SEJAHTERA | SUARA HARAPAN | MENGHINDARI KONFLIK DI HADAPAN ANAK

Kategori | P2K2 |

Miskin Harta, bukan Berarti Miskin Menjadi Orang Tua yang Baik | Suara Harapan

Catatan P2K2 | 26/9/2019 | Harta benda adalah salah satu elemen yang dibutuhkan oleh setiap manusia. Tentu tidak dapat dipungkiri, terkadang peran harta benda menjadi salah satu simbol eksistensi manusia saat ini. Tidak sedikit orang akan merasa bangga terhadap harta benda yang dimilikinya.

Demikian pula, tidak sedikit orang tua yang menyatakan sikap–bahwa untuk menjadi orang tua yang baik dalam mendidik anak memerlukan harta benda yang banyak. Hal ini relatif didasari pemikiran, bahwa kebutuhan anak saat ini sungguh sangatlah kompleks.

[Keterangan Foto: Pendamping Sosial PKH Kabupaten Bangli sedang menyampaikan materi P2K2 | foto by~PKH Kabupaten Bangli]

Tentu pemikiran demikian tetap harus dihargai sebagai bentuk kewajiban menghormati setiap hak dalam menyatakan pendapat. Namun harus dipahami pula, bahwa tidak semua orang tua memiliki harta benda yang melimpah sebagai bagian dalam mendidik anak.

Itulah sebabnya, tentu tidak benar sepenuhnya jika pendapat itu diasumsikan sebagai kebenaran mutlak, sebab tidak sedikit pula orang tua di dunia ini dengan keterbatasan ekonomi melahirkan dan mendidik anak-anaknya sehingga mampu mengharumkan namanya melalui prestasi.

Di dalam hal ini, hendaknya kita pun harus sadari bersama–bahwasannya ada tawaran kekayaan lain dan menjadi salah satu hal yang sangat penting yang kemudian menjadi kebutuhan dasar pendidikan dari orang tua kepada anak-anaknya–yakni kekayaan konsep diri yang positif.

Kekayaan konsep diri yang positif dari orang tua akan melahirkan hal-hal baik dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya, dan Hal inilah yang kemudian harusnya mendorong orang tua untuk selalu bersikap optimis–bahwa miskin harta bukanlah alasan menjadi miskin sebagai orang tua yang baik dalam mendidik anak.

Salah satu bentuk konsep diri yang positif dari orang tua adalah ketauladanannya dalam berprilaku dan bertutur kata yang baik terhadap anak, karena pada dasarnya seorang anak lebih peka jika di didik dengan apa yang mereka lihat dibandingkan dengan apa yang mereka dengar. Itulah sebabnya banyak anak yang lebih suka meniru prilaku orang tua dari pada perintah orang tuanya (HD).

KEMENTERIAN SOSIAL RI | PROGRAM KELUARGA HARAPAN | MERAIH KELUARGA SEJAHTERA | SUARA HARAPAN | MENJADI ORANG TUA YANG BAIK |

Kategori |Catatan P2K2 |

SDM PKH Berdoa Di Kediaman I Gede Sumarjaya Linggih| Suara Harapan

Denpasar (19/9/2019)~SDM PKH dalam hal ini anggota Forum Komunikasi Program Keluarga Harapan Bali melayat ke rumah duka I Gede Sumarjaya Linggih. Hal ini berkaitan dengan kabar duka atas meninggalnya istri beliau~Ayu Onik Mindawati.

Selain SDM PKH, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali beserta beberapa staf pegawai pun ikut serta hadir secara bersama-sama melayat ke rumah duka yang beralamat di jalan Tunjung 1 No 11 Kerobokan, Denpasar.

(Keterangan Foto: SDM PKH Provinsi Bali foto bersama dengan I Gede Sumarjaya Linggih di rumah duka)

Kedatangan SDM PKH adalah untuk memberikan doa terbaik kepada almarhum agar dimudahkan jalannya di alam niskala dan mendapatkan tempat terbaik atas semua karma bumi yang pernah dijalani selama hidupnya.

Menurut penuturan salah satu kerabat dari I Gede Sumarjaya Linggih~Putu Pidada, selama ini Ayu Onik Mindawati menderita penyakit kangker rektum. Bahkan Ayu Onik Mindawati selama sakit sempat dirawat di Singapura selama satu setengah bulan.

Dikarenakan tidak kunjung tampak adanya perubahan ke arah yang lebih baik dalam proses pengobatan di Singapura, maka Ayu Onik Mindawati pun dipulangkan kembali ke Bali.

Lebih lanjut Putu Pidada menuturkan bahwa proses kremasi Ayu Onik Mindawati yang sebelumnya direncanakan pada 23 September 2019. Namun atas pertimbangan tetua adat, maka proses kremasi akan dilakukan pada tanggal 10 Oktober 2019 di Desa Punduk Dawa, Kecamatan Dawan~Klungkung.

I Gede Sumarjaya Linggih yang juga populer di panggil “Pak Demer” merupakan salah satu anggota DPR RI di Komisi VI yang selama ini sangat peduli dan perhatian terhadap eksistensi PKH dan terutama SDM PKH di Bali, tutur Ketua Forum Program Keluarga Harapan Bali~I Gusti Putu Yada Giri di sela-sela doa bersama selesai dilaksanakan (HD).

KEMENTERIAN SOSIAL RI | PROGRAM KELUARGA HARAPAN | MERAIH KELUARGA SEJAHTERA | SUARA HARAPAN |

Lima KPM PKH Graduasi Mandiri, Diganjar Penghargaan | Suara Harapan

Jembrana (17/9/2019)~Di dalam eksistensi PKH, Graduasi yang merupakan salah satu aspek utama ada tiga sifatnya~graduasi mandiri yang dilatarbelakangi oleh peningkatan ekonomi atau telah sejahtera, graduasi alami yang disebabkan oleh tidak dimilikinya komponen PKH dan graduasi akibat tidak komitmen terhadap kewajiban KPM sebagai peserta PKH.

Berkaitan dengan hal itu, bertepatan dengan pelaksanaan Pertemuan Kelompok dan pelaksanaan P2K2 di Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo~Usman selaku Pendamping Sosial mengundang lima KPM PKH yang telah mengundurkan diri secara iklas melalui jalur graduasi sejahtera mandiri.

(Keterangan Foto: SDM PKH, Kepala Desa Mendoyo Dauh Tukad dan KPM PKH graduasi mandiri berfoto bersama)

Menurut Usman, di undangnya lima KPM PKH yang telah graduasi mandiri ini~tiada lain adalah untuk mendorong sekaligus menjadikan inspirasi bagi KPM PKH lainnya untuk membangun gairah dan semangat kemandirian dalam membangun perekonomian keluarganya.

Pada kesempatan itu pula, untuk menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam hal ini Dinas Sosial Kabupaten Jembrana terhadap pelaksanaan PKH dan KPM yang telah tergraduasi secara mandiri, maka kelima KPM Graduasi Sejahtera Mandiri tersebut diganjar penghargaan berupa sertifikat graduasi mandiri yang diserahkan langsung oleh Hasanudin selaku Koordinator PKH Kabupaten Jembrana dan Gusti Putu Ediana selaku Kepala Desa Mendoyo Dauh Tukad.

Acara yang langsung dilaksanakan di Balai Desa Mendoyo Dauh Tukad ini dihadiri oleh beberapa SDM pelaksana PKH dan seratus sembilan puluh empat KPM PKH yang terdiri dari berbagai komponen dan kategori di dalamnya. Menurut Kompyang salah satu KPM graduasi, acara semacam ini sangat bagus dan saya merasa terkesan sekali. Mengingat PKH sangat membantu keluarganya selama ini. Namun, mengingat saat ini ia merasa telah mampu secara ekonomi~sehingga ia pun mengundurkan diri.

Disela-sela penyerahan sertifikat itu, Koordinator PKH Kabupaten Jembrana mengungkapkan secara implisit bahwa “…melalui sertifikat penghargaan itu, tidak semata-mata memberi arti penghargaan saja. Namun diharapkan kepada KPM PKH yang telah tergraduasi agar ikut serta menyebarkan semangat graduasi mandiri kepada KPM-KPM lainnya melalui semangat kerja dan hal-hal lain yang relevan….”.

Sementara itu, Kepala Desa Mendoyo Dauh Tukad pun memberikan apresiasi kepada Usman selaku Pendamping Sosial. “…tentu graduasi mandiri tidak bisa drastis jumlahnya, karena membangun kesadaran KPM untuk segera mandiri perlu dukungan dari berbagai pihak, terutama peran Pendamping Sosial. Pendamping Sosial memiliki peran strategis untuk membuka jalan dan arah yang baik bagi kemandirian KPM PKH dan setidaknya hal itu sudah dilakukan oleh Usman….” tuturnya.

Di akhir kegiatan, juga dibagikan bingkisan bagi anak KPM yang memiliki prestasi dan diserahkan langsung oleh Kasi Linjamsos Dinas Sosial Jembrana. Demikian pula, melalui bingkisan sederhana itu~Usman berharap kedepan, agar semakin hari semakin banyak anak-anak PKH yang bersemangat meraih prestasi, baik secara akademik maupun non akademik (HD).

KEMENTERIAN SOSIAL RI | PROGRAM KELUARGA HARAPAN | MERAIH KELUARGA SEJAHTERA | SUARA HARAPAN | KPM GRADUASI DIGANJAR PENGHARGAAN |

Kategori ☆ Graduasi Mandiri ☆

Dampak Kekerasan dalam Mendidik Anak | Suara Harapan

Catatan P2K2 (15/9/2019)~Di setiap keluarga, tentu berbagai cara yang digunakan oleh orang tua di dalam pola mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Berharap dengan berbagai cara itu, orang tua dapat menciptakan karakter yang baik dan kuat bagi sumber daya manusia anak-anaknya.

Berkaitan dengan hal itu, mendidik anak dengan alasan ketegasan sehingga melegalkan kekerasan adalah salah satu hal yang mesti dihindari dalam mengasuh dan mendidik anak oleh orang tua di dalam keluarga. Tentu hal ini memiliki alasan yang sangat mendasar.

(Keterangan Foto: Pendamping Sosial Ni Putu Dian Lestari sedang menyampaikan materi pola asuh anak yang baik kepada peserta PKH)

Pada hakikatnya, orang tua yang mendidik anak dengan kekerasan cenderung memiliki aspek fisik dan non fisik. Demikian pula, dampaknya pun terhadap anak-anak bersifat fisik dan non fisik. Adapun ruang lingkup kekerasan aspek fisik dan non fisik serta dampaknya kepada anak secara fisik dan non fisik adalah sebagai berikut.

A. ASPEK KEKERASAN

1. FISIK– Kekerasan fisik adalah kekerasan yang melibatkan kontak langsung dan dimaksudkan untuk menimbulkan perasaan intimidasi, cedera atau penderitaan fisik lain. Kekerasan yang dilakukan secara fisik seperti memukul, menendang dan lain sebagainya.

2. NON FISIK– Kekerasan non fisik adalah jenis kemerasan yang tidak kasat mata. Artinya tidak dapat langsung diketahui perilakunya apabila tidak jeli melihatnya, karena tidak terjadi sentuhan fisik antara pelaku dan korbannya. Kekerasan yang dilakukan secara non fisik seperti memaki, mengumpat, mencaci dan lain sebagainya.

B. DAMPAK KEKERASAN

1. FISIK— Fisik anak menjadi luka, memar bahkan hingga lumpuh atau cacat secara berkepanjangan.

2. NON FISIK–Mental anak menjadi terguncang dan lemah, mengakibatkan anak menjadi tidak berani tampil kreatif dan inovatif serta hal-hal lain yang mengarah pada krisis mental.

Pada dasarnya kehadiran anak di dunia telah membawa karakter baiknya sendiri, oleh karenanya orang tua hendaknya tidak menodainya dengan pola asuh yang keras. Kekerasan bukanlah bagian dari pola asuh anak yang baik. Apapun alasannya.

Jika diibaratkan karakter baik anak yang dibawa sejak lahir adalah pasir di atas telapak tangan kita, maka perhatikanlah~jika semakin digenggam dengan kuat dan keras, maka pasir akan keluar berserakan dari lubang jari-jemari kita secara perlahan-lahan (HD).

KEMENTERIAN SOSIAL RI | PROGRAM KELUARGA HARAPAN | MERAIH KELUARGA SEJAHTERA | SUARA HARAPAN | DAMPAK KEKERASAN TERHADAP ANAK |

Kategori ☆ Catatan P2K2 ☆

“Pak, tolong keluarkan saya dari PKH….”

Tabanan [21/8/2019] Menilai sebuah kesejahteraan keluarga di dalam ekaistensi PKH sebagai dasar dalam pelaksanaan graduasi mandiri oleh Pendamping Sosial, tentu harus bersifat holistik~yang berarti semua aspek hendaknya diperhatikan, namun yang tidak kalah pentingnya adalah dibutuhkannya kesadaran yang sangat tinggi dari KPM selaku penerima bantuan PKH.

Kesadaran diri merupakan hal yang sangat prinsip dalam membangun sikap yang jujur dan terbuka dari KPM PKH. Sikap jujur dan terbuka berarti sikap yang mengakui diri dengan sungguh-sungguh bahwa jika merasa telah sejahtera maka dapat mengakui diri telah sejahtera dan memiliki niat dan usaha untuk menyampaikan keadaan itu kepada Pendamping Sosial.

Di samping itu pula, kesadaran diri KPM PKH sangat dibutuhkan dalam aspek yang lain, yakni menjadikan keberadaan PKH yang selama ini menjadi program unggulan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia agar tetap berkualitas atau tepat sasaran dalam membangun sumberdaya manusia dan membangun kesejahteraan KPM PKH.

[Keterangan Foto: Pendamping Sosial dan Ibu Desak Nyoman Sariani berfoto sambil menunjukkab surat pernyataan pengunduran diri dari PKH]

Kesadaran diri dalam wujud sikap jujur dan terbuka inilah yang dimiliki oleh sosok Ibu Desak Nyoman Sariani. Ibu Desak demikian panggilannya sehari-harinya adalah seorang petani sayur yang humoris dari kaki gunung di Banjar Dinas Kembang Merta, Desa Candikuning, Kec. Baturiti~Tabanan.

Disela-sela pertemuan kelompok dan pelaksanaan P2K2 di Balai Desa Candikuning, Ibu Desak yang memiliki empat orang anak ini mengacungkan tangannya dan berkata ” Pak, tolong keluarkan saya dari PKH dan berikan bantuannya kepada yang membutuhkan…. saya merasa perekonomian saya saat ini sudah cukup baik”.

Lebih jauh ia pun menuturkan bahwa selama ini PKH telah banyak sekali membantu dan mengisi dikala perekonomiannya dilanda keterpurukan. Walaupun saat ini pun dia belum berani membenarkan bahwa perekonomiannya akan terus membaik~mengingat yang namanya usaha yang bergerak di bidang pertanian tentu tidak akan selalu stabil.

Namun demikian Ibu Desak yang menjadi peserta PKH dari tahun 2015 dan saat ini baru saja mampu menyicil mobil pick up ini mengakui bahwa diluar sana masih banyak masyarakat Bali yang lebih layak dibandingkan dirinya. Ia juga mengungkapkan dengan emosional bahwa walaupun saat ini ia masih memiliki cicilan, namun ia malu jika terlalu lama mendapat bantuan dari pemerintah. “…kita harus mandiri…” ungkapnya.

Di akhir penuturannya, sambil tertawa lebar dan menandatangani surat pernyataan pengunduran diri dari PKH, ia berharap kepada Pendamping Sosial bahwa~walaupun ia telah mengundurkan diri dari PKH namun dia masih berharap untuk selalu dapat hadir saat pertemuan kelompok maupun P2K2 bersama teman-temannya yang lain untuk dapat menambah ilmu dan wawasan atau bahkan berbagi kisah dalam menjalani hidup berumahtangga [HD].

KEMENTERIAN SOSIAL RI | PROGRAM KELUARGA HARAPAN | MERAIH KELUARGA SEJAHTERA | SUARA HARAPAN | TOLONG KELUARKAN SAYA DARI PKH |

Kayegori~Graduasi Mandiri

“Tendangan” SDM PKH Kab. Tabanan dalam Menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-74

Tabanan [6/8/2019]~ Kemeriahan dalam menyambut perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI di setiap daerah tentu sangatlah beragam. Terutama kemeriahan yang di rayakan melalui kegiatan di bidang olah raga. Mengingat olah raga tidak saja dapat membangun kesehatan fisik, namun dapat pula membangun semangat solidaritas sosial.

[Keterangan Foto: Foto bersama team SDM PKH Tabanan putri sebelum pertandingan di mulai]

Demikian pula yang dilakukan oleh SDM PKH Kabupaten Tabanan~Bali di hari ulang tahun RI yang ke 74. Atas nama Dinas Sosial dan P3A Kabupaten Tabanan, pada hari selasa~tanggal 6 Agustus 2019 pun ikut serta dalam memeriahkan turnamen futsal putri yang bertempat di Shagida Futsal Club Tabanan.

Kegiatan perlombaan futsal putri ini yang digagas oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan, selain sebagai bentuk perayaan menjelang hari kemerdekaan RI yang ke 74~juga menjadi bagian penting dalam membangun serta menjaga semangat persatuan dan solidaritas sosial di kalangan Organisasi Perangkat Daerah.

Seperti yang diungkapkan oleh Pelaksana Tugas Koordinator Pendamping Sosial PKH Tabanan~ Ida Bagus Putu Cahyana Mahardika di sela-sela dimulainya pertandingan, bahwa “… di setiap kegiatan perayaan HUT RI setiap tahunnya, SDM PKH Kab. Tabanan selalu ikut terlibat. Sedangkan di HUT RI ke 74 ini, SDM PKH putri memang secara khusus dilibatkan….”.

[Keterangan Foto: SDM PKH Kab. Tabanan sedang mengevaluasi hasil pertandingan]

Lebih lanjut Ida Bagus Putu Cahyana Mahardika yang biasa di panggil “bli gus” oleh kawan-kawannya itu menjelaskan bahwa kegiatan turnamen futsal putri yang nuansanya penuh kegembiraan kali ini sangat tepat dilaksanakan. Mengingat SDM PKH baru saja menyelesaikan proses pemutahiran data tahap 4 yang menghabiskan waktu hampir satu bulan~baik dari pengumpulan dokumen sampai dengan input data.

SDM PKH Kabupaten Tabanan dalam turnamen ini masuk di dalam grup yang digolongkan grup “neraka”. Mengingat di dalam grup ini diidentifikasikan sebagai grup kuat yang terdiri dari~ (1) Polres Tabanan, (2) Dishub Tabanan, (3) Sekda Tabanan dan (4) Dinas Sosial dan P3A Tabanan yang skuatnya diisi oleh SDM PKH.

Di hari pertama pertandingan pada tanggal 6 Agustus 2019, SDM PKH Kabupaten Tabanan berhadapan dengan team dari Polres Tabanan yang tendangannya sangat garang. Namun demikian, solidnya team SDM PKH Kab. Tabanan membuat kedudukan seimbang 0-0 hingga pluit akhir di bunyikan. Selanjutnya SDM PKH Kabupaten Tabanan akan menghadapi secara berturut-turut~team Dishub Tabanan pada tanggal 7 Agustus 2019 dan team Sekda Tabanan pada tanggal 8 Agustus 2019.

Di akhir pertandingan, salah satu Pendamping Sosial yang akrab dipanggil dengan “Dayu Kristi”~ mengungkapkan kesan-kesannya selama bermain “pokoknya saya tendang saja… di akhir babak pertama padahal saya sudah minta ganti, tapi saat saya kasi kode tidak ada yang respon. Mungkin saking serunya pertandingan….” demikian tuturnya dengan penuh semangat [HD].

KEMENTERIAN SOSIAL RI | PROGRAM KELUARGA HARAPAN | MERAIH KELUARGA SEJAHTERA | SUARA HARAPAN | TENDANGAN SDM PPKH TABANAN |

Kategori~Semangat Kemerdekaan SDM PKH

Di Awali dari Bakso Keliling, Desak Nyoman Astini pun Mundur dari PKH

Tabanan [1/7/2019]~Setiap kehidupan tentu memiliki cerita tersendiri, baik cerita itu tampak terlihat sebagai kisah suka maupun duka. Demikian pula cerita kehidupan Ibu Desak Nyoman Astini, seorang ibu rumah tangga yang beralamat di Desa Cau Blayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan.

[Keterangan Foto: Ibu Desak Nyoman Astini dan suami beserta Pendamping Sosial menunjukkan surat pernyataan pengunduran diri dari kepesertaan PKH]

Ibu Desak Nyoman Astini saat ini merupakan salah satu penerima bantuan sosial PKH sejak tahun 2012~yang pada saat itu bertepatan dengan kondisi perekonomian keluarganya yang serba kekurangan. Terutama sangat kekurangan dalam memenuhi kebutuhan pangan dan papan.

Namun saat ini Ibu Desak Nyoman Astini tidaklah seperti yang dahulu. Berpijak pada situasi dan kondisi ekonomi yang kala itu carut marut dan bersama kehadiran bantuan sosial PKH dalam kehidupan keluarganya, ia pun telah mengubah nasib perekonomian menjadi lebih baik.

Semangat juang untuk mengubah perekonomian keluarganya~ia awali dengan mencoba usaha berjualan bakso babi keliling. Melalui modal usaha yang pas-pasan, Ibu Desak Nyoman Astini bersama suami tercinta tidak pernah malu untuk sedikit mengeraskan volume suara saat menjajakan bakso babinya di masyarakat.

Tentu tidak mudah, berdasarkaan penuturannya~banyak hal yang di alami oleh Ibu Desak Nyoman Astini dalam usahanya menjual bakso keliling itu~terkadang dimasa-masa yang kurang menguntungkan, sering sekali usahanya cenderung merugi dan demimikian pula sebaliknya.

Melalui keteguhan hati dan doa yang kuat, Ibu Nyoman Astini yang saat ini memiliki dua anak yang sedang duduk di bangku SMP dan SMA telah mampu menyewa tempat yang permanen untuk berjualan bakso babinya di salah satu lokasi di objek wisata Sangeh, Kabupaten Badung. Bahkan pelanggannya pun sangat banyak.

Di sela-sela kesibukannya melayani para pelanggan, Ibu Desak Nyoman Astini yang memiliki sikap ramah ini mengungkapkan “… saya saat ini telah memiliki enam karyawan untuk membantu usaha saya, disamping tujuan utama saya adalah membuka peluang kerja bagi tetangga dan saudara saya…. dan saya pun harus mengakui, PKH telah banyak membantu saya selama ini….”.

Sambil memulai menorehkan pena di atas kertas surat pernyataan graduasi mandiri yang diberikan oleh Ni Made Krisnamurti Udayani selaku Pendamping Sosial yang mendampingi selama ini, Ibu Desak Nyoman Astini mengucapkan terimakasih kepada PKH~”suksma nggih atas bantuan PKH selama ini….” demikian ungkapnya dengan penuh kesungguhan hati [HD].

KEMENTERIAN SOSIAL RI | PROGRAM KELUARGA HARAPAN | MERAIH KELUARGA SEJAHTERA | SUARA HARAPAN | DESAK NYOMAN ASTINI PUN KELUAR DARI PKH |

Kategori~ Graduasi Mandiri

Pentingnya Orang Tua Mengucapkan “Terimakasih” Saat Anak Membantu

Tabanan [13/7/2019]~ Di sela-sela kegiatan persiapan pengumpulan dokumen pemutahiran data tahap 4 tahun 2019 KPM Desa Baturiti, Kec. Baturiti~Tabanan, Pendamping Sosial berbagi materi P2K2 yang mengarah pada pola pengasuhan anak di dalam keluarga. Terutama yang berkaitan dengan apresiasi kepada anak yang rajin membantu orang tua di rumah.

Tentu kita semua setuju, jika setiap orang hendaknya dihargai. Terutama penghargaan itu dapat diberikan saat seseorang memberi pertolongan kepada kita. Melalui ucapan terimakasih, tidak saja menunjukkan penghargaan–namun juga ungkapan syukur atas pertolongan itu.

[Keterangan Foto: Pendamping Sosial bersama KPM PKH dalam kegiatan Pertemuan Kelompok dan P2K2]

Demikian pula menjadi orang tua yang baik, ketika memiliki anak yang aktif dan kreatif dalam membantu aktifitas di rumah, hendaknya diberikan penghargaan–setidaknya ucapan terimakasih. Kata “terimakasih” akan mendidik anak untuk menyadari bahwa perbuatan yang ia lakukan adalah perbuatan yang baik dan benar.

Selain itu, melalui terbiasa mengucapkan terimakasih pada anak, ada beberapa maanfaat untuk mereka, yaitu:

1. Dapat mendidik secara tidak langsung untuk mempertahankan dan memupuk sikap gemar membantu orang tua dan diharapkan dapat dikembangkan kepada orang lain suatu saat nanti dalam pergaulannya.

2. Dapat mendidik anak secara tidak langsung, bahwa dalam hidupnya nanti dibutuhkan pula keberadaan orang lain yang akan membantu dirinya–terutama dalam kehidupan sosial di masyarakat. Sehingga diharapkan dapat mengendalikan emosionalnya.

3. Dapat mendidik anak secara tidak langsung untuk mengucapkan terimakasih terhadap anugerah, penghargaan atau setiap bantuan dan pemberian orang lain kepada dirinya sekecil apapun–baik yang berupa material maupun pertolongan.

4. Dapat mendidik anak secara tidak langsung untuk selalu memupuk rasa persahabatan dan persaudaraan di dalam dirinya–sehingga mampu menghindari sikap angkuh dan sombong.

Bersama alasan itu, hal yang paling penting harus ditunjukkan orang tua saat mengucapkan terimakasih adalah sikap yang menunjukkan ketulusan hati. Tentu pula kita setuju, bahwa ucapan terimakasih yang diucapkan dengan dasar ketulusan hati–mampu menyentuh perasaan bahagia setiap orang [HD].

KEMENTERIAN SOSIAL RI | PROGRAM KELUARGA HARAPAN | MERAIH KELUARGA SEJAHTERA | UCAPKAN TERIMAKASIH SAAT ANAK MEMBANTU |

Kategori~Pengembangan Materi P2K2

Ni Komang Artami: “Saya sadar, saat ini saya sudah mampu….”

Buleleng [11/7/2019]~ “…jangankan mulai membuka usaha, rumah saja dulu saya tidak punya. Saya merasa sedih, hingga akhirnya Tuhan memberikan saya rejeki melalui pemerintah yakni bantuan bedah rumah. Sehingga saat tidur di malam hari, kami merasa lebih nyaman~dibandingkan sebelum mendapat bantuan bedah rumah….” demikian ungkapnya dengan penuh rasa emosional.

Dia adalah seorang Ibu yang memiliki tiga orang anak. Dua anaknya sedang duduk di bangku Sekolah Dasar dan satu lagi sedang berusia Balita. Ia bernama Ni Komang Artami yang kegiatan sehari-harinya selain mengurus rumah tangga, ia pun membantu kegiatan suaminya dalam mengolah kayu untuk di produksi menjadi mebel.

Ni Komang Artami yang beralamat di Desa Selat~Buleleng ini bercerita banyak kepada Pendamping Sosial PKH mengenai perjalanan ia bersama suaminya dalam merangkai semangat yang kemudian ia tuangkan dalam usaha mebel yang selama ini tidak lepas dari perkembangannya yang pasang surut.

Berawal di tahun 2016, Ni Komang Artami masuk sebagai peserta PKH yang sekaligus menjadi tonggak semangat untuk memulai usaha mebel yang permodalannya dibantu oleh kerabat dekatnya. Bersama seorang teman dari suaminya yang memang memiliki keterampilan yang sama, maka sejak tahun 2017 usaha mebel mulai dirintis.

[Keterangan Foto: Pendamping Sosial Ni Putu Dian Lestari bersama keluarga Ni Komang Artami sedang menunjukkan surat pernyataan pengunduran diri dari PKH]

Bahkan saat ini, Ni Komang Artami dapat membantu warga sekitar dalam ikut serta memberikan peluang kerja bagi beberapa warga yang pengangguran. Ni Komang Artami saat ini telah mempekerjakan enam orang karyawan dalam pengembangan usaha mebelnya. Ia menuturkan bahwa rejeki itu harus dibagi-bagi kepada yang memang membutuhkan.

Itulah sebabnya, dengan rasa percaya diri yang kuat bersama sang suami~Ni Komang Artami menorehkan tinta hitam di atas surat pernyataan bahwa dirinya telah siap untuk mewisuda diri dari status KPM PKH yang ia sandang selama kurang lebih tiga tahun lamanya.

Dengan lugas Ni Komang Artami mengungkapkan “…saya sadar, saat ini saya sudah mampu secara ekonomi. Berbeda dengan dulu! Saya mengucapkan terimakasih kepada PKH, kepada Pendamping Sosial PKH yang selalu membimbing. Saya berharap bantuan PKH yang saya terima sebelumnya dapat diberikan kepada keluarga yang layak menerima oleh pemerintah….” [HD].

KEMENTERIAN SOSIAL RI | PROGRAM KELUARGA HARAPAN | MERAIH KELUARGA SEJAHTERA | SUARA HARAPAN | SAYA SADAR SUDAH MAMPU |

Kategori~ Graduasi Mandiri

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai